Taman nasional bantimurung merupakan salah satu objek wisata kebanggaan kota makassar yang letaknya dikabupaten maros, sekitar 30km dari jantung kota Makassar.
Bantimurung memiliki kekayaan alam yang berlimpah dari indahnya petakan-petakan sawah yang indah dipandang, tebing-tebing curam yang terjal, hijaunya pegunungan yang elok, kupu-kupu yang beraneka ragam hingga air terjun dan goa-goa yang merupakan daya tarik utama pesona keindahan alam bantimurung. Masyarakat Bantimurung sendiri rata-rata bersuku Bugis, susunan rumah yang kita lihat sepanjang perjalanan menuju tempat wisata sangatlah bernuansa Bugis dengan tonggak rumah yang tinggi dan masyarakatnya yang dikenal ramah.
saat kita memasuki kawasan bantimurung kita disapa dengan gambar kupu kupu dan patung monyet raksasa, sungguh karya seni yang luar biasa.
Di tahun 1856-1857 seorang naturalis inggris yang terkemuka bernama "Alfred Russel Wallace" menghabiskan sebagian hidupnya dikawasan ini untuk menikmati dan meneliti 150 species kupu-kupu yang tidak dijumpai di daerah lain. Wallacea juga menjuluki kawasan ini " The Kingdom Of Butterfly " karena keanekaragaman jenisnya.
Menurut Matimu (1977) dan Achmad (1998) dalam Buku Rencana Pengelolaan Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung (2006), terdapat 103 jenis kupu-kupu yang ditemukan di sana, dan sebaran kupu-kupu jenis komersil seperti Troides haliptron danPapilio blumei adalah dua jenis endemik yang mempunyai sebaran sangat sempit, yaitu hanya pada habitat berhutan di pinggiran sungai.

Anda suka berpetualang?? Di kawasan ini juga terdapat beberapa Gua salah-satunya yaitu Gua Mimpi dengan panjang lorong 1500 m dan memiliki ornamen-ornamen yang menakjubkan. suasana dalam gua ini sangat gelap, jadi aku sarangkan bagi anda yang hendak mencobanya, agar menyewa senter dan mengajak seorang pemandu yang sudah berpengalaman.
Di sisi sejarah, Bantimurung berasal dari dua kata dalam bahasa Bugis halus. Dikatakan dalam suatu cerita rakyat setempat bahwa air terjun tersebut ditemukan oleh Karaeng Simbang, seorang bangsawan setempat, bersama pengikutnya. Karena suara air terjun yang menderu-deru, Karaeng Simbang menamakan air terjun itu dengan cara menggabungkan dua kata "benti" yang berarti air dan "merrung" yang artinya bergemuruh. Seiring perkembangan jaman dan bahasa setempat, Bentimerrung lama kelamaan dilafalkan menjadi Bantimurung.
next>>>
Bantimurung memiliki kekayaan alam yang berlimpah dari indahnya petakan-petakan sawah yang indah dipandang, tebing-tebing curam yang terjal, hijaunya pegunungan yang elok, kupu-kupu yang beraneka ragam hingga air terjun dan goa-goa yang merupakan daya tarik utama pesona keindahan alam bantimurung. Masyarakat Bantimurung sendiri rata-rata bersuku Bugis, susunan rumah yang kita lihat sepanjang perjalanan menuju tempat wisata sangatlah bernuansa Bugis dengan tonggak rumah yang tinggi dan masyarakatnya yang dikenal ramah.
saat kita memasuki kawasan bantimurung kita disapa dengan gambar kupu kupu dan patung monyet raksasa, sungguh karya seni yang luar biasa.
Di tahun 1856-1857 seorang naturalis inggris yang terkemuka bernama "Alfred Russel Wallace" menghabiskan sebagian hidupnya dikawasan ini untuk menikmati dan meneliti 150 species kupu-kupu yang tidak dijumpai di daerah lain. Wallacea juga menjuluki kawasan ini " The Kingdom Of Butterfly " karena keanekaragaman jenisnya.
Menurut Matimu (1977) dan Achmad (1998) dalam Buku Rencana Pengelolaan Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung (2006), terdapat 103 jenis kupu-kupu yang ditemukan di sana, dan sebaran kupu-kupu jenis komersil seperti Troides haliptron danPapilio blumei adalah dua jenis endemik yang mempunyai sebaran sangat sempit, yaitu hanya pada habitat berhutan di pinggiran sungai.
Untuk menjaga kupu-kupu dari kepunahan, pemerintah setempat membuat penangkaran di lokasi ini, dan tentunya menjadi daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung. Selain penangkaran, ada juga museum kupu-kupu sebagai informasi dan pusat data kupu-kupu yang hidup di alam Bantimurung. Sebelum pulang jangan lupa untuk membeli oleh-oleh kupu-kupu indah Bantimurung yang sudah diawetkan dalam bingkai kaca dengan jumlah variatif. Oleh-oleh ini bisa dipajang di dinding rumah sebagai kenangan dan tanda bahwa anda sudah mengunjungi “Kerajaan Kupu-Kupu” di Bantimurung. Jadi dijamin anda tidak akan murung lagi jika berkunjung ke wisata alam Bantimurung ini.

Anda suka berpetualang?? Di kawasan ini juga terdapat beberapa Gua salah-satunya yaitu Gua Mimpi dengan panjang lorong 1500 m dan memiliki ornamen-ornamen yang menakjubkan. suasana dalam gua ini sangat gelap, jadi aku sarangkan bagi anda yang hendak mencobanya, agar menyewa senter dan mengajak seorang pemandu yang sudah berpengalaman.
Di sisi sejarah, Bantimurung berasal dari dua kata dalam bahasa Bugis halus. Dikatakan dalam suatu cerita rakyat setempat bahwa air terjun tersebut ditemukan oleh Karaeng Simbang, seorang bangsawan setempat, bersama pengikutnya. Karena suara air terjun yang menderu-deru, Karaeng Simbang menamakan air terjun itu dengan cara menggabungkan dua kata "benti" yang berarti air dan "merrung" yang artinya bergemuruh. Seiring perkembangan jaman dan bahasa setempat, Bentimerrung lama kelamaan dilafalkan menjadi Bantimurung.
next>>>











